Untuk Sekolah

Brain Gym for Schools

Brain Gym digunakan dalam lingkungan belajar setiap hari di seluruh dunia untuk membantu membuat belajar lebih mudah, lebih menyenangkan dan sukses untuk semua siswa dari segala usia dan kemampuan. Brain Gym akan membantu membuat pengajaran lebih mudah dan sangat baik untuk membantu manajemen kelas.

Brain Gym® adalah intervensi yang dirancang oleh pendidik dan spesialis membaca, Paul dan Gail Dennison, pada tahun 1970-an untuk meningkatkan berbagai hal, termasuk perhatian, memori, dan keterampilan akademik. Intervensi ini menuntut individu untuk terlibat dalam berbagai gerakan untuk membantu tubuh mengingat gerakan dari tahap pertama kehidupan ketika mereka belajar mengoordinasikan tangan, mata, telinga, dan seluruh tubuh (BGI, 2014).  Brain Gym® terdiri dari 26 gerakan sederhana yang diyakini meningkatkan kinerja akademik dan perilaku dengan mengaktifkan keduanya belahan otak melalui penafsiran neurologis untuk mempromosikan pembelajaran seluruh otak (Hyatt, 2007; Dennison & Dennison, 2007). Dikatakan bahwa dengan mengintegrasikan sisi kiri dan kanan otak, masalah belajar, emosional,dan tekanan psikologis akan dihilangkan sehingga memungkinkan individu untuk mengoptimalkan pengalaman belajar mereka (Dennison & Dennison, 2007; Spaulding, Mostert, & Beam 2010). Sementara ada banyak penelitian kualitatif yang mendukung penggunaan intervensi ini, beberapa studi penelitian empiris tersedia. Dari studi empiris yang tersedia, semua menunjukkan positif efek dari Brain Gym®. Namun, mereka juga memiliki kekurangan metodologis, yang mengaburkan efek dari intervensi (Hyatt, 2007).

Mengapa Gerakan Penting untuk Belajar ?

Bayi dan Anak-anak tidak bergerak dengan cara yang sama. Banyak Bayi diletakkan di dalam dan dibiarkan lama di kursi mobil, pengayun bayi, baby walker, kereta bayi yang mendudukan mereka tegak, dll. Mereka kekurangan gerakan yang perlu mereka lakukan untuk mengembangkan tonus otot, penglihatan, pendengaran, sentuhan, keseimbangan, dan keterampilan motorik. Kita membutuhkan semua indera ini agar berfungsi dengan baik jika kita ingin belajar dengan mudah.

 

Ketika anak-anak di rumah mereka cenderung tidak begitu aktif, mereka sibuk dengan peralatan elektronik, game, ponsel dll untuk membuat mereka terhibur tanpa harus banyak bergerak. Bermain di luar, pergi berjalan-jalan, pergi berenang, atau bermain olahraga tampaknya semakin berkurang.

Tanpa gerakan di otak, Sistem saraf pusat tidak akan berkembang sepenuhnya. Program ini mengembangkan aspek fisik tentang bagaimana pembelajaran terjadi di otak dan tubuh menggunakan indera Visual, Auditory, Kinestetik, Motor dan Vestibular. Menggunakan gerakan khusus adalah kunci untuk meningkatkan indera secara alami dan dalam jangka waktu yang jauh lebih singkat daripada kebanyakan intervensi lain dan dengan hasil yang langgeng. “Gerakan adalah pintu untuk belajar” kata Dr Paul Dennisson, pendidik dan pencipta Brain Gym.

 

Seperti program apa pun, Brain Gym perlu dipahami dan digunakan dengan benar untuk memaksimalkan manfaat. Ketika itu, itu dapat membuat perubahan yang mendalam dan abadi dengan cepat.

 

Memang dalam dunia pendidikan, tidak bisa dipungkiri bahwa banyak siswa yang tidak dapat memeroleh hasil belajar yang maksimal yang sesuai dengan tingkat kecerdasannya. Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi keberhasilan anak dalam belajar, salah satunya adalah faktor konsentrasi belajar siswa. Banyak siswa mengeluh dalam hal tidak mampu berkonsentrasi dengan baik selama proses belajar mengajar berlangsung sehingga materi yang disampaikan oleh guru tidak dapat diserap dengan baik (Susanto, 2006).

Konsentrasi merupakan hal yang penting dalam proses belajar sehingga harus diperhatikan demi tercapainya hasil belajar yang maksimal (Agustini & Sudhana, 2014). Konsentrasi belajar merupakan faktor penunjang keberhasilan belajar yang dapat ditingkatkan dengan cara memberikan kerangka waktu yang jelas seberapa lama suatu tugas harus diselesaikan, mencegah anak untuk beralih perhatian kepada hal lain, mengurangi hal yang mungkin mengganggu anak dalam belajar, memberikan motivasi untuk mengarahkan perhatiannya pada satu tugas, merencanakan tugas yang akan diberikan, menetapkan tujuan yang akan dicapai dan menawarkan hadiah sebagai dorongan untuk terus bekerja (Flanagan dalam Nuryana & Purwanto, 2010).

Brain gym atau senam otak merupakan serangkaian latihan gerak sederhana yang memiliki tujuan salah satunya untuk memudahkan kegiatan belajar. Gerakan brain gym berfungsi untuk menstimulasi (dimensi lateralitas), meringankan (dimensi pemfokusan), atau merelaksasi (dimensi pemusatan) siswa yang sedang dalam kegiatan belajar (Purwanto, Widyaswati & Nuryati, 2009). Selain itu, brain gym dapat memberikan manfaat untuk mengurangi stres emosional sehingga pikiran menjadi lebih jernih, membuat hubungan antarmanusia dan suasana belajar menjadi lebih relaks dan menyenangkan, meningkatkan kemampuan berbahasa dan daya ingat, menjadikan individu lebih bersemangat, kreatif dan efisien, mengurangi stress serta meningkatkan prestasi belajar (Ayinosa dalam Purwanto, Widyaswati & Nuryati, 2009).

Brain gym yang merupakan gerakan ringan melalui olah tangan dan kaki yang dapat memberi rangsangan pada otak. Gerakan yang menghasilkan stimulus tersebut dapat meningkatkan kewaspadaan, konsentrasi, kecepatan, persepsi, belajar, memori, pemecahan masalah dan kreativitas (Fanny dalam Purwanto, Widyaswati & Nuryati, 2009). Brain gym telah diakui sebagai salah satu teknik penunjang belajar yang paling baik oleh National learning foundation USA (Ayinosa dalam Purwanto, Widyaswati & Nuryati, 2009).

Brain gym memiliki beberapa keunggulan, seperti pada penelitian Wulandari (2014) yang menunjukkan bahwa brain gym membuat konsentrasi anak semakin baik, membuat kepekaan emosi anak semakin baik, meningkatkan kemandirian anak, dan kemampuan intelektual anak. Penelitian Nuryana dan Purwanto (2010) juga menemukan bahwa kegiatan brain gym efektif digunakan untuk meningkatkan konsentrasi belajar anak. Pada penelitian tersebut tingkat konsentrasi belajar subjek sebelum diberi perlakuan pada kelompok eksperimen termasuk dalam kategori sedang, Setelah diberi perlakuan, tingkat konsentrasi pada kelompok eksperimen menujukkan kenaikan.

 

 

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *