Kecanduan Games

Anda ingin memahami apakah anak Anda atau Anda kecanduan games ? Hubungi 0818 074 44 074/0817 0735 888

Pernahkah Anda merasa jengkel gara-gara sang buah hati lupa waktu, lupa belajar dan lupa makan gara-gara games ? Ya, saya kira semua orang tua sudah pernah mengalaminya. Atau, jangan-jangan Anda tipe orangtua yang “cuek” atau tenang-tenang saat anak-anak menghabiskan waktu berlama-lama di depan komputer hanya untuk main tembak-tembakan atau pesawat terbang ?

 

Memasuki era internet, kecanduan terhadap game dan internet tampaknya merupakan masalah yang wajar terjadi karena hampir semua anak-anak dan remaja menyukai permainan model baru ini. Namun bagaimana jika kondisi ini mengganggu kehidupan seseorang dan membuatnya tak bisa melakukan aktivitas lain?

 

Kemajuan tehnologi dewasa ini telah merambah ke berbagai sektor kehidupan, tidak ketinggalan juga merambah dunia anak, dengan bermunculan sarana tehnologi interaktif, video games, playstation atau internet. Disadari atau tidak sesungguhnya itu telah mengubah suasana rumah, kelas maupun ruang bermain. Permainan yang bersifat interaktif dan kelompok, akan tergantikan dengan permainan yang bersifat soliter
Games, sejenis program permainan yang paling disukai anak-anak di seluruh dunia. Kelahiranya seiring dengan kemunculan teknologi komputer dan media massa. Kehadiran media massa –khususnya elektronik, berbagai peralatan mainan sejenis, seperti ; CD, DVD, Play Station (baca PS) serta terwujudnya dunia maya (internet) menjadi pokok permaslahan tersendiri bagi para orang tua. Apalagi dengan kondisi dunia yang harus menjadikan manusia saling mengejar urusan dunia, kesibukan telah merongrong waktu para orang tua yang seharusnya lebih banyak waktu untuk mendampingi mereka bermain dan berinteraksi di rumah.

 

Berbagai studi telah mengidentifikasi masalah dan persoalan yang muncul sebagai akibat keterlibatan dalam pemanfaatan video games, komputer games, televisi dan dunia maya antara lain adalah dapat menjadi addiction (ketergantungan). Pengguna games, komputer dan PS yang kelewat batas akan menimbulkan dampak negatif bagi si anak antara lain; mendorong anak untuk asosial, enggan bergaul dengan sekeliling, malas belajar, kurang konsentrasi, pemicu tindakan kekerasan (agresif), berkurangnya perasaan ingin menolong sesama serta pemicu tindakan kriminal (mencuri).
Penelitian The Kaisar Foundation di Amerika Serikat pada tahun 1999, sebagaimana di kutip majalah Monitor, di muat dalam APA 2003, mengungkapkan bahwa anak berusia 2-18 tahun rata-rata menghabiskan waktu lima setengah jam menghabiskan waktu di rumah dengan menonton TV, memainkan Video games, menjelajahi internet.Seorang peneliti dari Tokyo’s Nihon University melakukan studi tentang efek video games terhadap aktivitas otak. Hasilnya menunjukkan bahwa terjadi penurunan gelombang bheta pada kelompok yang bermain games antara 2-7 jam setiap hari. Berikutnya penurunan gelombang beta masih terus terjadi meski sudah berhenti bermain, selain itu responden juga manyampaikan bahwa mereka mudah marah, sulit berkonsentrasi dan mengalami gangguan sosialisasi. Selain games kecanduan akibat media adalah internet. Mampu mengakses internet sesungguhnya merupakan suatu awal yang baik bagi pengembangan wawasan anak. Namun sayangnya, tak semua anak siap “dipercaya” atau bisa dilepaskan sendiri dengan dunia maya yang satu ini. Banyaknya informasi buruk yang membanjiri internet juga salah satu ancaman berbaya bagi anak. Melalui internet-lah berbagai materi bermuatan seks dan kekerasan dijajakan secara terbuka dan tanpa penghalang. Di Canada dalam sebuah studi menunjukkan bahwa satu dari 12 anak yang sedang berinternet menerima pesan yang berisi muatan seks.
Disadari atau tidak kehadiran media tersebut, telah mengubah kehidupan manusia dalam kehidupan sehari-hari. Di era games, internet dan PS sekarang ini, peran dan kepedulian orangtua sangatlah mutlak diperlukan.

 

Saat ini pengaruh dari games memang sudah  mengganggu aktivitas lain, misal sudah tidak peduli dengan kehidupan di luar, nilai sekolah jeblok, tidak mau lagi beraktivitas di kegiatan ekskul, menarik diri dari dunia luar atau sering terpaku berlama-lama ngegame di depan komputer / gadget elektronik lainnya? Besar kemungkinan anak sudah kecanduan game.

Kecanduan game memang tidak termasuk dalam klasifikasi diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM). Meskipun demikian, banyak pakar kesehatan mental mengatakan bahwa bermain video game hampir sama dengan bermain judi dalam hal proses kecanduannya.

Ketahuilah bahwa di game multiplayer online, para pemain bisa berperilaku sangat kontras dengan kepribadian mereka sehari-hari. Di sini, seorang anak pasif bisa menjadi agresif, anak yang sulit mendapat teman tiba-tiba mampu berteman atau memimpin pasukan.

Mereka bahkan bisa melampiaskan kebrutalan mereka di dunia maya tanpa konsekuensi yang nyata. Jangan heran jika ada anak yang kesulitan berteman di dunia nyata ternyata sangat mudah bergaul dan mendapatkan teman di dunia maya karena di sini mereka bisa berinteraksi tanpa harus bertatap muka.

 

Eits, tunggu dulu, ternyata selain punya dampak yang negative, bermain games juga memiliki dampak yang positif loh,

 

  1. Setiap game memiliki tingkat kesulitan/Level yang berbeda. Mereka belajar untuk memiliki semangat memenangkan suatu pertempuran misalnya, lalu mereka juga belajar strategi
  2. Meningkatkan konsentrasi.Kemampuan konsentrasi pemain game online akan meningkat karena mereka harus menyelesaikan beberapa tugas, mecari celah yang mungkin bisa dilewati dan memonitor jalannya permainan. Semakin sulit sebuah game maka semakin diperlukan tingkat konsentrasi yang tinggi.
  3. Meningkatkan koordinasi tangan dan mata. Penelitian yang dilakukan di Manchester University dan Central Lanchashire University menyatakan bahwa orang yang bermain game 18 jam seminggu atau sekita dua setengah jam perhari dapat meningkatkan koordinasi antara mata dan tangan
  4. meningkatkan kemampuan membaca. Psikolog dari Finland Univesity menyatakan bahwa game meningkatkan kemampuan membaca pada anak-anak. Jadi pendapat yang menyatakan bahwa jenis permainan ini menurunkan tingkat minat baca anak sangat tidak beralasan.
  5. Meningkatkan kemampuan berbahasa inggrisSebuah studi menemukan bahwa gamers mempunyai skil berbahasa inggris yang lebih baik meskipun tidak mengambil kursus pada masa sekolah maupun kuliah. Ini karena banyak alur cerita yang diceritakan dalam bahasa inggris dan kadang kala mereka chat dengan pemain lain dari berbagai negara.
  6. Meningkatkan pengetahuan tentang komputeruntuk dapat menikmati permainan dengan nyaman dan kualitas gambar yang prima seorang peman game online akan berusaha mencari informasi tentang spesifikasi komputer dan koneksi internet yang dapat digunakan untuk memainkan game tersebut. Karena pengguna komputer aktif biasanya mereka juga akan belajar troubleshooting komputer dan overclocking.
  7. Meningkatkan kemampuan mengetikKemampuan mengetik sudah pasti meningkat karena mereka menggunakan keyboard dan mouse untuk mengendalikan permainan.

 

 

Apa tanggapan Anda terhadap anak Anda yang kecanduan games online dan keranjingan membuka internet yang isinya….tahu sendirilah…

 

 

(disadur dari berbagai sumber dan pengalaman di ruang praktik)

 

 

 

Karakteristik Anak Berkebutuhan Khusus

KARAKTERISTIK Anak Berkebutuhan Khusus

 

Pada umumnya, anak-anak yang berkebutuhan khusus dan sebagian anak normal mengembangkan suatu bentuk perilaku yang perlu perhatian dan penanganan secara khusus dan hati-hati. Perilaku tersebut bisa saja terjadi dimana anak merasa frustasi karena tidak dapat mengekspresikan dirinya dengan kata-kata yang komunikatif agar dipahami orang lain sehingga akhirnya amarahnya meledak dan mengamuk. ABK tertentu terbiasa melakukan seperti itu untuk mendapatkan perhatian orang tua. Berikut adalah perilaku yang dapat dianggap bermasalah :

Self-stimulation: stimulasi diri

Adalah perilaku stereotip yang berulang yang terlihat tidak bertujuan selain stimulasi sensori, seperti memainkan ludahnya, memutar-mutar suatu benda, memainkan tangannya (hand flapping), menatap sesuatu dalam waktu yang lama, dan lain sebagainya.

Self-injury: melukai diri sendiri

Adalah perilaku menganiaya diri sendiri secara berulang seperti menggigit, mencakar, atau memukuli dirinya sendiri, membenturkan kepalanya, dan lain sebagainya. Terkadang stimulasi diri yang terlalu sering dan intens dapat menjadi melukai dirinya sendiri seperti menggigit tangannya, memukuli kepala dan tubuhnya, mengulum tangannya, dan mencubit dirinya.

Tantrums : mengamuk

Tantrum meliputi beragam perilaku termasuk melukai diri sendiri, berteriak, menangis, melempar atau merusak barang, dan agresi terhadap orang lain. Biasanya tantrum terjadi karena anak merasa marah dan frustasi yang disebabkan tidak mampu mengekpresikan dirinya. Namun demikian, ada juga anak yang terbiasa untuk menggunakan tantrum demi mendapatkan keinginannya.

Aggression toward others : menyerang orang lain

Agresifitas terhadap orang lain seperti memukul orang lain, melemparkan barang menuju orang lain, dan perilaku serupa lainnya.

Lack of daily living skills : ketidak-terampilan dalam kehidupan sehari-hari

Adalah ketidak mampuan seorang anak untuk mengurusi dirinya sendiri misalnya dalam hal berpakaian, buang air, atau makan.

 

 

 

Malas Belajar

 

Anak Anda mengalami masalah malas belajar ? hubungi 0818 074 44 074 / 0817 0735  888 untuk solusi tepat

MALAS BELAJAR

 

Apa si penyebab anak malas belajar?

Dalam beberapa minggu ini anak-anak akan menghadapi ujian semester atau sering disebut kegiatan evaluasi hasil belajar. Saat seperti ini, banyak orang tua yang juga ikut stress karena anaknya tidak mau belajar. Lalu, apa si yang sebenarnya menyebabkan anak menjadi malas belajar?

  1. Ketidaksesuaian cara mengajar dan gaya belajar anak
    Setiap individu memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada yang dapat langsung mengingat seluruh hal dengan satu kali mendengar, ada yang harus membaca berulang-ulang, ada yang harus membuat ‘lagu’ dari setiap materi pelajaran baru dapat mengerti dengan mudah, ada yang harus diperagakan, dan masih banyak gaya belajar lainnya. Namun, seringkali di sekolah cara mengajar yang diterapkan adalah sama. Padahal setiap gaya belajar memiliki cara mengajar yang berbeda pula. Di sini, penting bagi orang tua untuk mengenal gaya belajar anak sehingga orang tua tahu cara mengajar yang tepat untuk anak.
  2. Kesalahan persepsi mengenai nilai yang tinggi
    Sebenarnya esensi dari belajar adalah merubah dari yang tidak bisa menjadi bisa. Ketika anak masih berusia 1 tahun, pelajaran yang mereka pelajari adalah berjalan. Dalam proses belajar tersebut anak mengalami berbagai proses hingga akhirnya bisa berjalan sendiri tanpa dibantu oleh orang lain. Tidak pernah ada yang menilai berapa skor anak tersebut?
    Namun ketika anak memasuki usia sekolah, hal yang ‘ditekankan’ oleh mayoritas orang tua adalah NILAI. Persepsi bahwa anak dengan nilai yang tinggi adalah anak yang pintar membuat banyak orang tua yang ‘memaksa’ anaknya untuk mendapatkan nilai yang tinggi. Padahal, esensi dari belajar adalah membuat seseorang yang awalnya belum bisa menjadi bisa.
  3. LABEL
    Pemberian cap atau label seperti: “Kamu memang pemalas”, “Tukang Main Game”, dan label lainnya pada anak akan membuat anak semakin malas dan bahkan yang ekstreme dapat membenci orang tua mereka sendiri. Hal ini disebabkan karena label membuat anak semakin merasa ‘ditolak’ dan anak berpikir bahwa mereka memang benar seperti apa yang dilabel oleh orang tua. Untuk mengatasi kemalasan belajar, sebaiknya orang tua mencari tahu penyebab kemalasan belajar yang anak alami. Dengan mengetahui penyebabnya, maka orang tua dapat mengatasi kemalasan belajar tersebut dengan cara yang tepat.

Ketiga hal di atas merupakan penyebab utama anak menjadi malas belajar. Selain itu, postur tulang belakang yang kurang sempurna juga dapat menyebabkan anak malas belajar.

Semoga bermanfaat!

 

Perjalanan menuju Kebahagiaan

PERJALANAN MENUJU KEBAHAGIAAN

Target adalah sesuatu yang anda ingin peroleh, jadi atau capai pada masa yang akan datang. Kerap terjadi, target itu berada di luar zona nyaman dan anda harus meregangkan diri dan mempelajari hal-hal baru untuk mencapainya. Terkadang, rasanya tidak nyaman, tapi imbalannya digaris akhir sangat luar biasa.  Tepat sebelum anda “mencapai” target, patok target lain dan rayakan kesuksesan pencapaian target pertama dalam perjalan kedua –trik ini akan menjaga kebahagiaan tetap menemani “perjalanan” anda.

Kebahagiaan juga berarti sikap. Saya bahagia ketika …..’saya mencapai……../saya memperoleh………./ketika ini dan itu terjadi. Menantikan terjadinya kebahagiaan takkan membuat Anda bahagia. Bahagia adalah keputusan yang anda buat untuk berbahagia, bukan hal-hal yang terjadi di sekitar anda.

 

Mulailah untuk Mengenali Nilai Diri

Sebelum mematok target, Anda perlu mengetahui apa saja yang penting bagi diri anda. Hal-hal yang penting itu mungkin saja berbeda dengan hal-hal yang penting bagi teman-teman atau keluarga anda.

Begitu anda memastikan apa saja yang penting bagi diri anda, anda dapat mempertahankan diri sendiri dan memutuskan sendiri apa yang ingin anda lakukan.

Cara lain mengatakan “yang penting bagi saya” adalah dengan “saya menghargai” …….. atau “salah satu nilai diri saya adalah…….”

Temukan nilai-nilai diri anda agar anda dapat mengambil keputusan dan mematok target-target yang akan membuat anda behagia. Nilai–nilai diri dan target-target itu harus bergerak beriringan.

Ingat, setiap orang memilih hal-hal pentingnya masing-masing – inilah NILAI DIRI mereka. Dan, TAK MENGAPA jika Anda berbeda. Itulah yang membuat dunia dan seluruh penghuninya menjadi begitu menarik. Beberapa nilai diri antara lain: kejujuran, kesetiaan, penghargaan, kemurahan hati, kepercayaan, cinta, kesehatan, kebenaran, keluarga, persahabatan, rasa memilki, sikap mau menerima, kebaikan.

 

Dengan mengetahui nilai-nilai dalam diri saya, saya bisa:

  • Menentukan target yang tepat untuk diri saya
  • Memilki pendirian dalam diskusi
  • Membuat keputusan tentang hidup saya
  • Menerima tanggung jawab diri sendiri
  • Memehami dan menghormati perbedaan nilai yan gdimilki oleh orang lain

Apa yang terjadi jika Anda mengambil keputusan yang bertentangan dengan nilai diri Anda? Misalkan saja anda sedang berada di sebuah kelompok dan mereka mengolok-olok seseorang yang anda suka. Kalau anda bergabung dengan mereka atau bahkan hanya diam saja, bagaimana perasaan anda setelah itu?

Jika anda bersalah atau kecewa dengan diri anda sendiri mungkin disebabkan oleh kesetiaan atau kebaikan atau rasa diterima dalam kelompok sangat penting bagi anda. Kedekatan dan pengakuan dalam kelompok mungkin juga bernilai tinggi-sehingga membuat anda bergabung dalam kelompok itu atau hanya diam saja asalkan tidak membuat kecewa orang-orang di sekitar anda.

Dan, bagaimana jika anda telah memutuskan untuk mempertahankan nilai-nilai yang anda miliki dan membela orang yang sedang mereka ganggu? Apa yang akan anda rasakan ketika orang lain juga mengejek anda karena melakukan hal itu? Kebahagiaan dan harga diri datang dari pengambilan keputusan yang sesuai dengan nilai-nilai diri.

Kadang-kadang, ketika anda merasa marah terhadap seseorang, mungkin anda sadar kalau hal itu disebabkan mereka telah melakukan sesuatu yang bertentangan dengan nilai-nilai anda. Biasanya, semakin kuat kemarahan yang dirasakan, semakin besar pula arti nilai-nilai bagi anda.

Sebagai contoh, Ibu anda memutuskan sesuatu untuk anda-anda tidak boleh pergi ke luar malam ini. Anda merasa marah terhadap keputusan itu. Hal–hal yang bertentangan dengan nilai-nilai anda bisa jadi:

  • Kebebasan dan tanggung jawab terhadap hidup anda sendiri.
  • Kepercayaan (ibu anda tidak mempercayai Anda)
  • Kesetiaan
  • Persahabatan
  • Kedekatan pada kelompok.

Kata-kata yang tercetak tebal adalah nilai-nilai yang dimiliki beberapa  orang.

Ingatlah, anda suka saat orang lain menghormati nilai-nilai dan pendapat serta kesukaan Anda. Lakukan hal yang sama pada mereka, hargai nilai-nilai mereka meskipun mungkin berbeda dengan nilai-nilai Anda.

Emotion Code

Anda membutuhkan terapi emosi ? Hubungi 0818 074 44 074/0817 0735 888

What is Emotion Code?

Emotion Code adalah metode sederhana, paling mudah dan paling cepat untuk menemukan hambatan emosi dan me release nya, baik untuk diri sendiri maupun orang lain. Energi yang tersembunyi di bawah sadar kita merupakan energi dari kejadian emosi yang terus menerus yang terjadi di masa lalu dan terperangkap dalam tubuh fisik dan mempengaruhi energi elektromagnetik tubuh kita. Akibatnya, mereka akan mendorong munculnya rasa sakit fisik, kerusakan, penyakit, dan bahkan kanker. Selain itu, emosi ini akan menjadi kekuatan pendorong munculnya PTSD, depresi, kecemasan, fobia dan penyakit mental lainnya. Setelah melepaskan emosi yang terjebak tersebut, kami menambahkan dengan menyempurnakan ketidakseimbangan dengan phytobiophysic, terapi energi lainnya, terapi kinesiology dan terapi essential oil.
Emotion Code menggunakan pertanyaan khusus dan kinesiologi untuk mendapatkan jawaban tentang tubuh dari pikiran bawah sadar (komputer cerdas di dalam tubuh).

What is trapped Emotion?

Secara normal, emosi dialami dan kemudian langsung dilepaskan. Namun terkadang untuk alasan yang tidak diketahui, emosi tidak dapat dilepaskan seluruhnya. Ketika ini terjadi maka emosi menjadi terjebak dalam tubuh fisik dan memiliki potensi penyebab stres fisik dan emosi , lalu akan melakukan sabotase terhadap diri Anda.

Emosi yang terjebak dapat menyebabkan seseorang memiliki asumsi yang salah, bereaksi berlebihan terhadap sesuatu, salah menafsirkan hubungan dengan orang lain dan hubungan yang terputus dengan orang lain. Mereka dapat membuat depresi, kecemasan, dan perasaan yang tidak diinginkan lainnya dan sulit untuk melepaskan. Mereka dapat mengganggu berfungsinya organ tubuh dan jaringan; mendatangkan malapetaka pada kesehatan fisik, dan menyebabkan rasa sakit, kelelahan dan penyakit. Selain itu, emosi yang terperangkap ini juga berkontribusi terhadap rasa sakit emosional, energi emosional terperangkap dapat berkontribusi atau membuat rasa sakit fisik. Nyeri adalah cara tubuh untuk menunjukkan ada masalah; itu adalah tanda peringatan.

What is the Heart Wall ?

Sekitar 93 % dari populasi orang di dunia memiliki ‘heart wall’. “Heart Wall” ini dibangun oleh pikiran bawah sadar dari emosi yang terjebak. Energi dari vibrasi emosi yang terjebak tersebut berada pada frekuensi yang rendah. Itulah sebabnya setelah melepaskan “Heart wall”, seseorang menjadi lebih santai, karena, hati Anda akan terbuka untuk memberi dan menerima lebih banyak cinta.

Bila Anda masih memiliki “Hati Wall”, emosi Anda yang terjebak akan mempengaruhi Anda secara fisik. Mereka juga akan mempengaruhi Anda secara mental dan emosional. Menurut pengalaman Dr. Bradley Nelson (pendiri E.C.) bahwa persentase yang signifikan dari penyakit fisik, kesulitan emosional dan sabotase diri kebanyakan disebabkan oleh energi yang tak terlihat.Emotion Code diciptakan untuk memberikan wawasan baru. Ini menunjukkan kepada Anda bagaimana emosi yang terjebak dapat menyebabkan semua jenis masalah dan memberikan Anda sarana untuk membebaskan mereka. Maka Anda dapat mengambil kembali kehidupan Anda, menikmati kesehatan yang lebih baik, dan akhirnya bebas dari kekuatan berbahaya dikarenakan masih adanya emosi tersebut.

What Has It Helped?

Emotion Code ini dapat membantu bterbagai sakit fisik dan emosi, seperti: Acid Reflux, ADD/ADHD, learning difficulties, Allergies, Abdominal Pain, Anxiety, Arthritis, Asthma, Back Pain, Cancer, Carpal Tunnel, Chronic Fatigue, Crohn’s Disease, Colitis, Constipation, Depression, Diabetes, Dyslexia, Fibromyalgia, Frigidity, Headache, Hip Pain, Hormonal Problems, Hypoglycemia, Impotency, Infertility, Insomnia, Irritable Bowel, Knee Pain, Learning Disabilities, Hypo/Hyperthyroidism, Lupus, Migraines, Multiple Sclerosis, Neck Pain, Night Terrors, Panic Attacks, Phobias, PTSD, Sinus Problem, Vertigo.Emotion Code juga dapat membantu Anda meningkatkan hubungan baik, sukses dalam bisnis, sekolah dan keuangan.